Ini Maket Ikon Baru Siantar, Tugu Raja Sangnaualuh dan Sejarah Singkatnya

Ini Maket Ikon Baru Siantar, Tugu Raja Sangnaualuh dan Sejarah Singkatnya

Pihak pemerintah Kota Siantar sudah lama membuat desain tugu Raja Sangnaualuh yang hingga kini belum juga terealisasi. Alasan lokasi menjadi faktor utama pembangunan tugu tersebut.

Hal ini disampaikan oleh Adiaksa DS Purba yang menjabat Kepala Badan Keuangan Daerah Siantar di Balai Kota, Kamis (9/2/2017).

Dari Adiaksa diketahui panitia pembangunan tugu Raja Sangnaualuh sudah ada sejak 2012. Namun hal tersebut terkendala lokasi yang masih menunggu masukan dari pihak keluarga raja, dalam hal ini Ihutan Bolon.

Nama Siantar berasal dari kata antar (di antara) atau pelantar (serambi istana) yang pertama menunjuk lokasi pematang (ibu negeri Siantar) diapit dua aliran sungai Bah Bolon dan palantar yang menunjuk pada pengukuhan jabatan raja Siantar oleh Sultan Aceh pada abad XV.

Raja Siantar bermarga Damanik keturunan raja Nagur kerajaan tertua di Sumatera Timur yang memerintah daerah mukai daei tepi pantai Laut Tawar (Danau Toba) hingga Laut Asin (Selat Malaka). Raja Siantar pertama melahirkan tuan Sipolha dan kedua dengan Panakboru Silampuyang br Saragih yang menurunkan raja-raja Siantar seterusnya sampai Raja Siantar XIV tuan Sangnaualuh Damanik. Kerajaan Siantar terdiri dari tiga Partuanon Banggal : Bandar, Siantar, dan Sidamanik.

Raja Sangnaualuh Damanik XIV lahirb1871 di Istana Raja Siantar di Pamatang Kelurahan Simalungun sekarang ini. Ayahnya Raja Mapir Damanik bergelar Raja I Parsiroan raja Siantar XIII, ibunya Panakboru Gajing br Saragih yang menjadi Puang Bolon Kerajaan Siantar.

Sangnaualuh XIV dinobatkan menjadi raja pada 1888 setelah ayahnya wafat dan berumur 17 tahun. Ia disebut Sangnaualuh karena delapan sifatnya yang dicintai rakyatnya. Delapan sifatnya pengasih, pelayan, jujur, berani, bertanggungjawab, teguh pendirian, saling menghormati dan membangun.

Sangnaualuh wafat pada 9 Februari 1913 akibat penyakit pembekakan di leher pada usia 44 tahun. Dimakamkan di Bengkalis. Dan keluarga akhirnya menjemput untuk dibawa ke Siantar. Meninggalkan istri Puangbona Dorainim br Purba dari Tomuan, Sorialim br Purba, Sarmailim br Purba, Rumainim br Saragih/Puang bolon dari Silampuyang).

Raja Sangnaualuh adalah sosok raja yang menghargai kemajemukan tanpa kehilangan identitas daerah aslinya Simalungun, tanah asal marga Damanik, asal leluhurnya terdahulu dalam semangat Habonaran do Bona dan Sapangambei Manoktok Hitei.

Sumber: Tribunnews.com